opiniku

Apa itu masa depan?

Posted by: lyntrias on: November 28, 2009

Kita boleh saja mempunyai pendapat tentang apa itu masa depan? Namun saya yakin kita semua setuju jika saya menyampaikan bahwa secara umum, masa depan adalah gambaran keadaan pada beberapa kurun waktu ke depan sebelum kita meninggal.

Jadi kalau kita bertanya pada diri kita sendiri, bagaimanakah masa depanku? Berarti kita sedang memikirkan seperti apakah gambaran tentang kehidupan kita pada beberapa kurun waktu ke depan.

Kita wajib bersyukur jika pertanyaan itu muncul dalam benak kita. karena itu menandakan bahwa kita menyadari bahwa kita harus merencanakan sesuatu. Sebagian besar dari kita, pasti tidak memikirkan situasi yang buruk tentang masa depan kita. Kecuali kita tergolong orang yang mudah putus asa.

Dengan berpikir positif tentang gambaran masa depan yang ingin kita miliki, mau tidak mau pikiran kita akan terarah pada upaya-upaya untuk mencapai gambaran atau impian masa depan tersebut.

Jika kita adalah orang awam bukan seorang rohaniwan, sudah tentu yang pertama menjadi tujuan kita bekerja adalah mengumpulkan kekayaan untuk mewujudkan apa yang kita inginkan. Yang bahaya adalah jika kita tidak tahu apa tujuan kita bekerja atau kita tidak tau bagaimana kita memanfaatkan hasil kerja kita.

Selain dari persoalan tentang keinginan kita di masa depan, kita sebagai manusia biasa tidak bisa menghindar dari siklus kehidupan yaitu lahir, besar, menempuh pendidikan, menikah, memiliki keturunan, menikahkan anak, menjadi tua, kemudian kembali kepada sang pencipta.

Yang patut dipertanyakan adalah apakah kita mengetahui atau mengenali kebutuhan kita di setiap siklis tersebut? atau kita membiarkan semua berjalan dengan sendirinya seperti air mengalir ke dataran yang lebih rendah?

Jika kita sudah mengetahuinya, maka saya bisa pastikan bahwa pastikan bahwa anda sudah mempunyai rencana yang mantap sampai dengan siklus terakhir.

Namun jika kita sudah tahu tetapi belum melakukan rencana yang baik pada setiap siklus, maka mulai dari sekarang buatlah rencana yang baik bagi diri kita sendiri maupun bagi keluarga kita.

Next, kita akan membahas lebih detail tentang bagaimana kita merencanakan setiap siklus kehidupan kita untuk mencapai gambaran tentang masa depan yang kita inginkan.

Bagaimana kita merencanakan masa depan ?

Posted by: lyntrias on: November 21, 2009

Apa reaksi Anda jika ada seseorang yang bertanya  “apakah Anda sudah merencanakan masa depan Anda ?”  Reaksi atas pertanyaan tersebut tentunya berbeda pada setiap orang tergantung pada usia, tingkat pendapatannya, pola pikirnya, bahkan mungkin pendidikannya.

Gambaran masa depan seseorang tentunya bervariasi tergantung pada sisi mana yang menjadi perhatiannya. Saya kerap melemparkan pertanyaan tersebut kepada mahasiswa saya. Jujur, saya sangat concern terhadap masa depan orang muda yang sebagian besar dari mereka tidak pernah merencanakan masa depannya sejak dini.

Ya, hal ini bisa saja terjadi, terutama terhadap kaum muda yang mungkin sudah terbiasa dengan kelebihan materi yang diberikan oleh orangtuanya.

Ketika saya berbincang-bincang dengan banyak orang tua, saya sering mendapatkan bahwa orang tua generasi  abad 21 kebanyak bekerja sekuat tenaga untuk menjamin masa depan anak-anak mereka. Satu hal yang terlewatkan dalam perencanaan orangtua modern ini adalah bagaimana mereka menjamin hidup mereka di masa tuanya yang nota bene bisa kita sebut di masa depannya.

Lagi-lagi budaya kita adalah budaya kekeluargaan. Sehingga tidak jarang masih ada pemikiran para orang tua yang akan menggantungkan masa depannya pada anak-anaknya kelak, karena mereka bekerja saat ini untuk masa depan anaknya.

Apakah pola budaya ini bisa kita pertahankan selamanya?

Pada tahun-tahun  ke depan…budaya itu bisa saja berubah total. Orang tua tidak lagi bisa menggantungkan masa depannya atau hidup masa tuanya pada anaknya.

Lebih lanjut kita akan mendiskusikan apakah yang kita maksud dengan masa depan? Dengan mengupas lebih detail tentang masa depan, diharapkan kita dapa membuat rencana yang baik.

Undur Diri Dari Sisfo Kampus

Posted by: lyntrias on: September 4, 2009

Per bulan September ini aku resmi mengundurkan diri dari Smart Sisfo Kampus. Aku tertantang untuk mengerjakan bidang lain yang sepertinya akan menaikkan andrenalinku sehingga aku bisa semangat kerja.

Semoga dengan ketidakterlibatanku di Smart Sisfo Kampus, tidak membuat Smart Sisfo Kampus kehilangan spiritnya. Semoga tim yang tersisa akan lebih bersemangat dan nge-blend sehingga bisa terus mengibarkan Smart Sisfo Kampus.

Cheers

Ikutan Nilang

Posted by: lyntrias on: September 4, 2009

Hari Kamis sekitar jam 18.30, habis buka puasa aku buru-buru pulang. Aku starter mobil sambil nelpon temen. Berlagak udah mahir jadi aku langsung aja jalan, trus nyalain lampu kecil dulu. Kebiasan aku emang gitu, nyalain lampu gedenya belakangan, soalnya ga enak kalau nyorotin orang-orang ato satpam yang lagi duduk-duduk. Nah, lagi enak-enak ngobrol curhat masalah kantor, eh…aku bingung lihat polisi di depan ngacung-ngacungin sticknya ke arah kiri, pertanda minta aku untuk minggir. Nah..loh.. apa lagi nih…!!!

Setelah berhenti, aku segera aja buka jendela dan ga tau kenapa waktu itu aku esmosi banget, dan trus nanya pake esmosi ke pak polisi.. ‘”emang ada apa sih pak…!!, saya kan ga salah jalur dan lampu lalulintas juga masih hijau !!..”, trus pak polisi kasih tau kalo lampuku belum nyala…and doi langsung minta SIM ku.

Mendadak esmosiku makin memuncak…karena kupikir siapa sih yang mau sengaja jalan ga pakai lampu. Tapi tuh pak Polisi ga mau tau… tetap aja katanya mau nilang karena ada peraturannya. Berhubung ogut lagi bener-bener esmosi (kebawa masalah kantor kali ye)… ya udah..akhirnya aku ngomel abis-abisan sama pak Polisi. Pokoknya intinya aku ga mau teken surat tilang kalau pelanggar lalu lintas lainnya (kebetulan waktu itu ada satu mobil yang barengan aku juga ditilang karena pengemudinya ga pakai safety belt) ga ditilang… maksud ogut pak Polisi ga boleh terima duit gitu loh…

Akhirnya aku nungguin pak Polisi bikin surat tilang untuk pelanggar-pelanggar lalu lintas lainnya… dan pak Polisi tidak mau terima uang bebas di tempat. Ada ibu yang juga kena tilang akhirnya malah marah-marah ke ogut, karena negosiasinya ogut gagalkan….

Setelah aku puas nungguin dan ngebantuin pak Polisi nilang para pelanggar, pulanglah aku dengan puas, karena udah berhasil menghilangkan kesempatan suap untuk pak Polisi dari pelanggar lalu lintas.

Jadi, aku menghimbau nih…kepada para pengendara kendaraan bermotor roda dua, roda tiga, roda empat maupun roda banyak…supaya rela aja deh kalau ditilang, dan jangan nyuap deh ke pak Polisi. Dan kalo kita ditilang, sekalian kita bantuin pak Polisi untuk menulis surat tilang para pelanggar.

Tujuannya agar keadilan ditegakkan dan pak Polisi benar-benar bisa menjalankan tugasnya dengan baik dan benar. Dan pesan untuk pak Polisi…pleeaaaseee pak…yang adil ya… prinsipnya sekali suap tetap suap eh….sekali tidak disuap tetap tidak disuap…

Cheers

Brigita’s Birthday

Posted by: lyntrias on: July 23, 2009

Brigita is eigth now.  Today is her birthday… She is very happy and so excited to weak up early. We make a little birthday celebration for her before she goes to school. Tiup lilin, potong kue and sing a birthday song.

Thanks God for her existence in our life. She make my life be meaningful. She has a cheerful disposition. She is everything to us. God, give her a beautiful life pass through Your blessing.

Happy Birthday my love daughter.

SMK Bisa!!

Posted by: lyntrias on: July 14, 2009

Propaganda yang lagi gencar di televisi tentang sekolah gratis dan SMK Bisa, menarik perhatian saya. Sekolah gratis oke… meskipun budget dana gratisnya masih sangat kecil, tapi okelah untuk membuat setiap anak rajin sekolah. Memang sih, siswa masih harus bayar uang buku dan seragam. Nah dalam hal ini ya memang tujuannya kan sekolah, jadi memang seharusnya uang buku juga gratis. Kalau baju seragam memang ga usah gratislah…. Karena sekolah ga mesti pakai seragam kan? Yang penting kan otaknya mampu menerima pelajaran.

Senang juga melihat kurikulum pendidikan SMK yang mengedepankan keahlian berkarya. Bangsa kita sedang mempersiapkan tenaga-tenaga terlatih dan rasanya ini akan mengarah kepada dunia entrepreneur yang akan dimasuki oleh kaum muda. Sehingga diharapkan para lulusan SMK mampu membuka lapangan kerja baru.

Kreatifitas yang dipupuk sejak SMP dan SMK diharapkan mampu meramaikan produk home industri. Dan jangan salah, home industry tidak harus handycraft lho. Merakit komputer, sepeda, motor, mobil… bisa juga kok jadi home industry.

Btw, kalau para lulusan SMK mampu membuka lapangan kerja, para lulusan S1 dan S2 siap ga bekerja di bawah pimpinan lulusan SMK…. hehehe…pikir sendiri deh

Manajemen Profesional vs Kekeluargaan

Posted by: lyntrias on: July 14, 2009

Kalau kita pernah mendengar salah seorang dari karyawan yang bekerja sudah cukup lama berkata, “dulu waktu masih nyonya yang pegang, kita enak yah…” atau mungkin pernah dengar seperti ini, “sekarang ini ga kayak dulu, peraturan makin banyak.. dulu kayaknya kita kerja rela-rela aja korbanin waktu meskipun ga dibayar”.

Menurut saya itu adalah salah satu proses evolusi dari manajemen kekeluargaan ke profesionalisme. Namun seringkali hal ini tidak dipahami oleh orang-orang yang tidak siap untuk berubah. Apakah profesionalisme itu kejam? Atau sebaliknya apakah kekeluargaan itu baik? Masing-masing memang ada plus-minus nya. Akan tetapi perlu dipahami bahwa jika suatu perusahaan tetap mempertahankan model manajemen kekeluargaan, maka perusahaannya pasti tidak bisa berkembang pesat. Titik lemah manajemen keluarga lebih ada pada ketergantungan terhadap orang dan fleksibilitas yang sangat tinggi menyebabkan suatu peraturan sangat tergantung pada keberadaan pemilik dan dalam pengukuran kinerja terlihat sangat subyektif.

Sedangkan manajemen profesionalisme terkesan kaku dan kejam, tetapi sesungguhnya perlakuannya sangat obyektif. Memang hal ini tetap tergantung pada manajer atau direkturnya. Karakter setiap manajer atau direkturnya akan mempengaruhi proses manajemen profesionalisme ini.

Jadi dimanakah kesiapan Anda? Di perusahaan yang menerapkan manajemen kekeluargaan atau yang menerapkan manajemen profesional.

Salam

Ajakan Mensejahterakan Rakyat Miskin

Posted by: lyntrias on: November 30, 2008

Ketika mengikuti workshop Peran Lembaga Keuangan Mikro Dalam Mensejahterakan Masyarakat yang diselenggarakan oleh Credit Union Bina Seroja kami para peserta mendapat buku yang ditulis oleh Bapak Tjandra Irawan yang pada saat itu menjadi Narasumber. Buku itu berjudul UANG SEBAGAI SARANA PENDIDIKAN. Uang Sebagai Sarana PendidikanBuku ini mengulas perjalanan beliau selama membina banyak Lembaga Keuangan Mikro di daerah-daerah termasuk diantaranya adalah Koperasi Kredit.

Sangat menarik untuk mencermati Visi beliau tentang peran besar Lembaga Keuangan Mikro dalam mensejahterakan masyarakat rakyat kecil. Beliau memiliki prinsip bahwa orang miskin tetap bisa sejahtera. Untuk itu terkadang atau kebanyakan mereka memang harus dipaksa untuk sejahtera. Dari pengalaman beliau, beliau memang merasakan bahwa sulit untuk mendidik mereka agar mereka mau menganggap bahwa mereka sesungguhnya mampu dan tidak miskin.

Dengan buku yang diberikan kepada kami beliau ingin agar semakin banyak orang yang terlibat dalam upaya mensejahterakan masyarakat. Itu saya rasakan ketika beliau menuliskan pesan di bukuku (ketika aku minta beliau menandatangani buku tsb). Pesan yang ditulis singkat namun bagi saya memiliki makna yang dalam sekaligus menyiratkan challenge.

Pesannya “Mari Kita Bersama-sama Mensejahterakan Masyarakat Rakyat Miskin”. Dengan kata lain, jangan hanya membaca buku ini tapi singsingkan lengan baju dan berkaryalah.

Terimakasih Pak Tjandra Irawan, semoga saya bisa ikut ambil bagian dalam misi Bapak.

Resiko Jika Way nya Bus Way dipakai oleh kendaraan lain

Posted by: lyntrias on: November 28, 2008

Bisa jadi aku yang ketinggalan zaman. Ceritanya tadi pagi sewaktu menuju kantor, mobilku berhenti tepat di depan pintu shuttle Bus Way (di luar jalur Bus Way) karena menunggu lampu lalin hijau.  Ketika itu pintu shuttle masih tertutup. Lalu selang beberapa saat ada mobil lain di sebelah kananku yang melintas di jalur Bus Way, dan berhenti tepat di sebelah mobilku. Aku lihat pintu otomatis shuttle Bus Way itu bergerak membuka. Ku pikir karena ada Bus Way dari arah berlawanan yang berhenti mungkin pintu terbuka di dua sisi. Tapi ketika Bus Way yang dari arah berlawanan itu jalan, pintu di sisi kiri di mana aku berhenti di depannya masih terbuka. Aku sempat mikir …”kenapa ya? ” kan sayang udara dingin dari AC nguap begitu aja…  (eh ada AC nya ga sih di shuttle Bus Way). Setelah aku amati, baru aku tau bahwa penyebabnya adalah mobil yang berhenti di sebelahku yang berada di jalur Bus Way. Karena, ketika mobil pribadi di sebelahku itu bergerak, pintu shuttle tertutup, dan belum selesai menutup pintunya terbuka lagi karena ada mobil lain lagi yang berhenti.  Hmm….berarti sensornya mendeteksi jika ada benda berhenti di titik sensor, maka pintu terbuka.

Tapi aku pikir sayang aja tuh…soalnya kalau dalam keadaan macet, pintunya pasti terbuka terus. Mending usah pake pintu electronic. Atau jalur Bus Way nya jangan dipakai oleh kendaraan lain. Trus…supaya ga macet armadanya harus ditambah, supaya banyak yang pelan-2 ninggalin kendaraan pribadi.

Ketemu Penyulingan Minyak… horeee!!!

Posted by: lyntrias on: November 17, 2008

masih nyambung soal problem overweight

Wah…memang mertuaku perhatian banget ama mantunya yang cantik nan baik hati yang sedang bingung dengan berat badan berlebih. Tadinya mertuaku ga terlalu gubris waktu aku ribut berat badan naik dan kulit mulai nglipet dan lemak mulai memperlihatkan keberaniannya. Mertua langsung bereaksi waktu ikut aku berenang. Hehehe…kontan waktu mertuaku ngeliat aku pakai bikini baju renang spontan beliau ngomong, “walah…lha iya ya…lemaknya sudah nongol”.

Sepulang dari berenang, mertuaku langsung ngasih aku brosur “Bakar Lemak” yang dikelola oleh Peter Chung. Sebenarnya layanannya bukan cuma bakar lemak, ada juga totok legit dan totok kesehatan lainnya. Kebetulan cabangnya ada yang dekat rumahku. Akhirnya dengan dorongan mertua hari Senin malam ini sampailah daku di klinik Peter Chung. Setelah tanya-tanya dan sepertinya kantong masih bisa ngeluarin uang untuk biaya pembakaran, akhirnya aku coba untuk menyumbangkan lemakku…

Wah…aku jadi mbayangin…bakal jadi langsing lagi…jadi ga perlu cari baju yang ukuran gede. Duh…mohon doa ya…supaya aku kuat menahan godaan demi mengembalikan kelangsingan… Soalnya bakar lemaknya ga bisa cuma sekali, katanya biasanya 1 bulan baru terlihat hasilnya…

Ya sudah..aku sabar koq…cuma godaan makan enak itu lho…yang aku sering ga bisa nahan. O ya…kalau ada yang punya pengalaman dengan klinik Peter Chung…boleh dong sharing. Itung-itung kalau pengalaman yang disharingkan adalah pengalaman buruk…paling tidak aku ga kebablasan bayar berbulan-bulan.